BuildRoot dan Real Hardware

Pada artikel sebelumnya kita membahas tentang buildroot dengan emulator hardware yaitu Qemu. Hasil root filesystem yang digunakan oleh Qemu sebenarnya sudah siap pula untuk digunakan di perangkat keras. Analoginya; jika konfigurasi perangkat keras “mirip” dengan konfigurasi Qemu, maka keduanya dapat saling menggantikan.

Penulis menggunakan hasil kompilasi buildroot berupa root filesystem skeleton sebagai RFS bagi perangkat keras berbasis prosesor Samsung s3c6410 (ARM 11). Varian produk dengan prosesor ini di antaranya: Tiny 6410, Witech OK6410, Mini6410. Menggunakan hasil kompilasi (RFS skeleton) pada tulisan sebelumnya, dan dengan konfigurasi NFS server yang sama, penulis cukup mengganti boot parameter di bootloader board (SMDK 6410) untuk menunjuk NFS root filesystem.

CAVEAT: Untuk menggunakan NFS, kernel yang tertanam di board harus sudah mendukung NFS.

Berikut adalah cara untuk mengeset boot parameter di u-boot console (SMDK6410):

  1. Ketika booting, tekan sembarang tombol untuk masuk ke u-boot console
  2. Ubah boot argument agar Linux menggunakan NFS sebagai root filesystem
# setenv bootargs "root=/dev/nfs nfsroot=192.168.2.2:/srv/nfs/nfsroot ip=192.168.2.15:192.168.2.1:255.255.255.0: embedid.net:eth0:off console=ttySAC0,115200"
# saveenv

Simpan perubahan dengan perintah ‘saveenv’ di atas.

Asumsi NFS kernel server di 192.168.2.2 dan network gateway di 192.168.2.1

Setelah masuk ke console Linux, kita dapat menulis root file system ke NAND flash board dengan sangat mudah. Penulis menggunakan yaffs2 sebagai filesystem untuk NAND. Berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk menulis root filesystem ke NAND storage:

  1. Siapkan compressed root filesystem di /srv/nfs/nfsroot agar dapat diakses oleh board yang mengakses NFS.
  2. Dari terminal board masukkan perintah untuk mount NAND storage: mount -t yaffs2 /dev/mtdblockX /mnt
  3. Extract compressed rootfilesystem ke /mnt

Sesudahnya, ubah boot argument dari u-boot agar kernel menggunakan NAND sebagai root filesystem.

# setenv bootargs "root=/dev/mtdblockX rootfstype=yaffs2 console=ttySAC0,115200"

 

Jangan lupa simpan perubahan, lalu ketikkan: `bootm’ atau restart board. Pada booting selanjutnya, kernel sudah dapat menggunakan NAND sebagai root filesystem.

Pos ini dipublikasikan di Embedded, Hardware, Linux, System Builder, Tutorial dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s